Sidak Toilet Bandara ATI dan BUDPAR

Bandara adalah pintu gerbang masuk ke suatu wilayah baik Negara maupun Kota.

Oleh sebab itu kebersihannya patut di jaga, agar budaya bersih disuatu wilayah tercermin melalui Bandara. Sehingga mengundang orang / wisatawan baik manca negara maupun lokal untuk datang berkunjung.

Pada tanggal 26 Juli – 28 Juli 2006, sidak bandara yang ke dua dilakukan BUDPAR bersama –sama dengan Asosiasi Toilet Indonesia di 4 ( empat ) bandara yang dipilih yaitu :

 

  1. Bandara Polonia – Medan
  2. Bandara Hang Nadim – Batam
  3. Bandara Ketaping – Padang
  4. Bandara Sutan Syarif – Pekan Baru

Dari hasil peninjauan itu dapat ditarik kesimpulan bahwa :

  1. Pada umumnya di setiap Bandara tidak ada toilet attendant nya yang berjaga sehingga begitu orang keluar dari kompartement langsung dibersihkan oleh toilet attendantnya. Mengingat tingkat pemakaianya yang cukup tinggi karena banyaknya penumpang yang menggunakan jasa pesawat udara akhir akhir ini.
  2. Masih banyak fasilitas toilet yang tidak memenuhi standard toilet umum yang sudah ada, seperti : Jumlah kompartement wanita dan pria jumlahnya masih sama dimana seharusnya jumlah kompartement wanita lebih banyak 2 – 3 kali dari jumlah kompartement pria untuk menghindari terjadinya antrian pada toilet wanita.
  3. Belum semua toilet menyediakan fasilitas bagi penyandang cacat.

Saran dari hasil peninjauan adalah :

  1. Sebaiknya toilet attendant juga mengajarkan kepada pemakai toilet bagaimana cara menggunakan toilet yang baik dan benar. Untuk menghindari salah pemakaian yang sering terjadi di Bandara.
  2. Fasilitas toilet sebaiknya di periksa setiap saat seperti : Tissu, sabun cair pencuci tangan dll.

 

 

Tentang ATI

Setelah terbentuknya World Toilet Organization, Indonesia diminta untuk membentuk sebuah organisasi yang secara resmi organisasi ini akan menjadi anggota dari World Toilet Organization.

Partners